Posted by: amuniziband | 16 Februari 2010

Now, Amunizi Wellcouple

Surya masih setia mengumbar panasnya. Menyeret jarum jam berputar ke situ-situ juga. Lubang-lubang detik yang terinjak tak pernah sama. Memuncratkan nuansa yang berbeda.
Kesibukan silih berganti. Masalah berubah persoalan terus menguji. Tapi selama bintang berkedip dan langit biru menghampiri, akan selalu ada harapan baru datang bertubi.
Setelah berjibaku dengan rakaman empat lagu di Takaza Record, amunizi band terus berbenah. Berusaha memberi yang terbaik, mengisi lubang jiwa tiap insan, yakni seni. Dalam berkarya, Nuansa Kla Etnik akan kami tonjolkan dan menjadi ciri khas kami. Ini tak lain untuk menggali khazanah seni dalam negeri yang kaya rasa, karsa dan makna.
Sejalan itu pula, selarik nama baru kami sematkan. Sempat menyandang nama amunisi dengan ’s’, berubah amunizi dengan ‘z’, kini selarik nama belakang akan menghiasi. Inilah Kami, Amunizi Wellcouple.
Wellcouple sendiri berarti ‘pasangan yang baik’. Dalam budaya timur, termasuk jatidiri bangsa kita, nama mengandung doa dan harapan. Dengan Tambahan nama ini kami berharap, intuisi dan renungan, yang tertuang dalam karya amunizi wellcouple, mampu menjadi pasangan yang baik bagi seluruh umat manusia. Pasangan yang baik untuk bertafakur, mencurahkan hati, menghiasi kesunyian jiwa, menapaki lembah kehidupan yang penuh tantangan dan misteri.
Amunizi Wellcouple terus berharap doa dan dukungan semua pihak untuk terus menghidupkan seni. Karena seni adalah bagian hidup, yang tak terpisah dari estetika dan dimensi rohani setiap manusia.

And buat para Kerabat Kotak, mohon maaf jika kami belum bisa memenuhi apa yang kawan-kawan harapkan. Namun seluruh koment yang tertera, akan kami diskusikan. Semua demi kebaikan dan kebersamaan kita. Tanks Semua…
Seni dan musik adalah bagian erat dari hidup, jiwa dan rohani manusia. Seni dan Musik akan menghubungkan, memererat, serta mewadahi kekeluargaan jiwa kita

Posted by: amuniziband | 4 Nopember 2009

Salam Hangat

Hufff… Sejak Bulan Puasa hingga pasca lebaran… banyak acara panggung yang harus dilakoni para personel dan kru amunizi. Di antaranya, konser amal bersama Angkasa dan Mahkota Band di Pamulang Squere, Point Squere Lebak Bulus, Pondok Indah Mall. Selain itu, ada beberapa acara ramadan yang menuntut kehadiran kami, seperti Bazar Cilandak Town Squere dsb. Pasca lebaran, amunizi disibukkan dengan berbagai acara di Kampus UIN Jakarta dan di luar. Salah-satunya menjadi Band Featuring bersama Dygta dalam Inaguration Day 2009 UIN Jakarta 25 Okt 2009 lalu.
Habis ini, acara yang paling dekat adalah menjadi bintang tamu di Ultah Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Jakarta, 5 November 2009 mendatang. Di tepi lain, amunizi juga harus merampungkan rekaman pada 7 November 2009. Doain lancar yah. Oya, kita juga masih akan manggung bareng T2 dan angkasa di Syahida Inn/Wisma Syahida akhir bulan ini. buat para amunizi kita/amunizty… dateng and sabar ya.. piss…

Posted by: amuniziband | 22 Agustus 2009

Met Ramadan

Selamat Datang Ramadan. Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari dan menemukan hakikat di balik kedatanganmu kesekian kali.
Selurah keluarga besar amunizi band, kru dan manajemen mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Niatkanlah ramadan ini mampu mengubah hidup kita menjadi lebih baik.

Posted by: amuniziband | 8 Juni 2009

Facebook Amunizi

http://www.facebook.com/profile.php?id=1552472668#/profile.php?id=1530079709&ref=ts

Dua Bulan terahir memang waktu yang melelahkan. Banyak job dan acara manggung berturut-turut. Mulai dari menjadi bintang tamu di Acara Workshop Pembuatan Video Clip di Ruang Teater Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Jakarta bulan Mei lalu, menjadi bintang tamu dalam acara donor darah di Sepatan Tangerang, di Puri Bali Sawangan, di kafe yang berada di daerah Bintaro dan masih banyak lagi.
Yang terbaru, amunizi tampil tiga hari berturut-turut. Diantaranya, menyuguhkan live accustik dalam acara UIN Night Show bertema Pemuda Peduli Global Warming, yang digagas BEM UIN Jakarta, menjadi bintang bersama Quantum Band dalam penutupan Pekan Buku Murah yang dilaksanakan Kelompok Agromedia di Giant Point Squer Lebak Bulus, kemudian menjadi Bintang pembuka dalam malam keakraban pemuda di Pondok Kranji bersama Manani Band.
Oya,, Insya Allah Amunizi Band akan Tampil Bersama Kotak di salah-satu SMU di Sawangan 27 Juni 2009 mendatang. Mohon doa restunya. Semoga sukses dan lancar, amin. Berikut Beberapa foto terbaru dalam show kami. Tak lupa ada satu foto siluet Tantri Kotak, koleksi pribadi yang kami ambil di Pandeglang beberapa bulan lalu.

Amunizi Feat Ratih

Amunizi Feat Ratih


Aksi Tantri Kotak

Aksi Tantri Kotak


amunizi menggebrak

amunizi menggebrak


Guru Kami, Om Toto AR ikut menyemarakan acara Donor Darah yang diselenggarakan Bagian Pemasara Puri Bali

Guru Kami, Om Toto AR ikut menyemarakan acara Donor Darah yang diselenggarakan Bagian Pemasara Puri Bali


Rhaden (Vokal) Menyapa Penonton di Sepatan Tangerang

Rhaden (Vokal) Menyapa Penonton di Sepatan Tangerang


Ipul (Melody Gitar); Sikat Pul!!!!

Ipul (Melody Gitar); Sikat Pul!!!!


Aksi Dodoy (Gitar I) and Walid (Bass)

Aksi Dodoy (Gitar I) and Walid (Bass)


Yan,, Siiaap!!! 1, 2, 3, 4........

Yan,, Siiaap!!! 1, 2, 3, 4……..

santai-bersama-kru-dan-kawan usai manggung

santai-bersama-kru-dan-kawan usai manggung


santai-usai-di-panggung-bersama-kru-dan-kawan

santai-usai-di-panggung-bersama-kru-dan-kawan


santai-dg-para-pengunjung

santai-dg-para-pengunjung


take-a-picture-at-marketing-office-of-puri-bali

take-a-picture-at-marketing-office-of-puri-bali

Om Toto AR

Om Toto AR


By MS Wibowo
Baginya, seni bukan hanya nafas, melainkan nyawa atau ruh dalam hayat. Ia telah mengabdikan hidupnya pada seni. Gitar, merupakan salah-satu sahabat paling setia dikala suka dan duka. Hingga kini, tak seharipun cemarinya terlewati tanpa belaian senar. Dari sentuhan mesranya, mengalun irama syahdu yang mampu meluluh-lantahkan gugusan hati manusia. “Seni itu suci, jangan menodainya dengan perbuatan dan prilaku kotor”, itulah pesan yang senantiasa ia sampaikan kepada murid-muridnya di setiap kesempatan.

Toto Budiono atau oleh para seniman sebayanya akrab dengan sebutan Toto AR. Lelaki supel dan luwes ini telah bergeleut dengan dunia seni sejak SD. Waktu itu, keterlibatannya pada sebuah acara tarik suara, membawanya lebih dalam ke ranah kedamaian dan keindahan ini. Adalah seorang guru seni SD-nya yang menyarankan Om Toto (begitu biasa ia dipanggil oleh para muridnya sekarang), agar memelajari alat musik, di samping vocal.

Om Toto AR

Om Toto AR


Bermodal gitar butut, diam-diam ia belajar gitar pada guru seninya tadi. Tiap pertemuan non formal itu,,Om Toto membawakan sebungkus rokok kretek kesukaan gurunya. Hasilnya sang guru mengajarkan tiga kord kunci, yakni A, G dan D. Tiga kunci gitar itu membawa Om Toto berani menyanyikan musik-musik dangdut yang lagi ngetrend saat itu, dalam tongkrongan anak-anak muda di kampungnya.

Perjuangan memang tak mudah. Ketika beranjak SMP, jejak awal romantisme Om Toto dengan gitar terganggu. Pasalnya, saat percumbuan dengan kekasih barunya itu berlangsung, senior-senior di kampung suka mengganggu dan menghardiknya. Jika sudah demikian, rumpun bambu belakang rumah adalah persembunyian aman untuk mengekspresikan diri dengan harmoni nada-nada.

Ketekunan dan kesetiannya pada gitar berbuah manis. Suatu ketika, manajemen (Alm) Nike Ardila mengadakan audisi gitaris pengiring tour Nike Ardila se-Indonesia. Dan kereta api jurusan Surabaya-Bandung-lah yang menjadi saksi bisu ketulusan cinta Om Toto pada seni musik.
Tiba di Bandung, ia harus mengahadapi pesaing / gitaris-gitaris handal dari segala penjuru tanah air. Usai audisi, ia pun segera angkat koper tanpa menunggu pengumuman terpilih. Dengan lepas, perasaan dan benaknya tak berharap muluk. Ia jadikan moment ini sebagai pengalaman dan kenangan yang akan hidup selama jantung berdetak.
Namun sebagaimana yang sering ia utarakan kepada sahabat dan murid-muridnya, dunia musik itu kadang bersifat mistis / penuh misteri. Apa yang akan terjadi, belum tentu bisa kita ramalkan. Satu minggu kemudian, rumahnya ditandangi surat dari Bandung. Isinya, ia terpilih sebagai gitaris pengiring Nike Ardila. Seiring itu, karirnya sebagai musisi pun terus menanjak. Dan kini, ia merupakan salah-satu gitaris terhandal di Indonesia. Tak sedikit musisi ternama yang selalu meminta masukan, wejangan dan sebagainya darinya. Walau ia lebih sering memilih kurang show up di media.

Toto AR

Toto AR


Di sisi lain, Om Toto juga aktif menjalin komunikasi dengan para seniman di Warung Apresiasi (Wapres), Bulungan, Blok-M Jakarta Selatan. Tak ketinggalan ia pun akrab dengan kalangan selebritis dan beberapa produser musik di Ibu Kota.

Sampai saat ini, jalur yang ia tempuh tak berubah, yakni seni musik. Selain mengajar hampir segala jenis alat musik dan olah vokal, baik di sekolah maupun privat untuk musisi-musisi junior dan pemula, tak jarang pula, permintaan less privat yang datang dari musisi yang sedang atau telah naik daun, Diantara muridnya yang kini belajar kepadanya adalah Apoy (Gitaris Wali Band), dan Rhaden (Vokalis @munizi Band).

Padatnya jadwal dan kegiatan itu tak menjadikan Om Toto angkat dagu. Ia tetap hidup bersahaja dan selalu ramah menerima siapa saja. Ia selalu siap menemani dan melakukan sharing pada semua orang. Setiap tamu yang sowan ke rumahnya di daerah Pondok Kranji, selalu ia terima dengan pintu terbuka.

Pengalaman dan ketulusan hati yang mendalam, dapat dirasakan setiap orang yang mendengarkan ucapannya. Di tepi lain, ia juga sosok yang humoris serta memunyai banyak cerita lucu, dari Sabang sampai Merauke yang dikumpulnya dari sahabat-sahabatnya dari berbagai penjuru tanah air pula. Anak-anak dari @munizi Band adalah mereka diantara yang sering melakukan share hingga menjelang subuh. Sepanjang sepi malam itu, cerita, wejangan, diskusi musik mewarnai kebersamaan. Tak jarang, Om Toto menyempatkan waktu bertandang ke kamp @munizi atau melihat anak-anak band itu latihan di studio.

Toto AR

Toto AR


Di usianya menjelang kepala empat, Ia telah dikaruniai dua sosok jagoan. Anak pertamanya tengah belajar di kelas IV SD. Sementara anak keduanya, masih berusia balita. Tapi bulan-bulan ini, Om Toto masih diliputi suasana duka. Karena kurang lebih dua bulan yang lalu, sang istri meninggalkannya di dunia. Istri yang begitu tabah mengarungi kerasnya hidup ini. Bahkan saking merasa kehilangan, Om Toto mengatakan telah kehilangan permata yang sangat berharga. Yang entah mungkin akan ia dapatkan lagi tidak dari perempuan manapun selain almarhumah istrinya. Semoga ia diterima di sisi Allah SWT, dengan sebaik-baik tempat dan diampuni segala dosa dan kesalahannya. Amin.

Posted by: amuniziband | 30 Maret 2009

@munizi At The Window

Dari Kanan : Dodoy (rytm), Yan (drumer), Walid (bass), Ipul (melody), Radhen (Vokal)

Dari Kanan : Dodoy (rytm), Yan (drumer), Walid (bass), Ipul (melody), Radhen (Vokal)

Posted by: amuniziband | 30 Maret 2009

@munizi is coming

kami siap menyeimbangkan atmosfir bumi yang riuh riang dengan aneka suara teriakan musik/lagu dari daratan bumi

kami siap menyeimbangkan atmosfir bumi yang riuh riang dengan aneka suara teriakan musik/lagu dari daratan bumi

Posted by: amuniziband | 6 Maret 2009

Save Our Soul; @_munizi

save-our-soul

Posted by: amuniziband | 6 Maret 2009

@munizi aBis On air di Bens Radio Nih

Hmm… makin hari, para personel dan management @munizi Band kian sibuk nih. Banyak kegiatan yang telah dan akan dikerjakan. Mulai dari ikut festival, mengisi acara-acara di dalam maupun luar kampus, rencana promo di fakultas-fakutas di UIN Jakarta dan sebagainya. Dan terahir, kita baru saja bertandang ke Bens Radio dalam acara Kompi minggu (1/3) kemarin.

Di sana mah biasa, @munizi ditanya-tanya masalah album, lagu-lagunya, dan segala tetekbengek lainnya. Di samping itu, hal wajib yang tentu dilakukan adalah bernyanyi. Itu so pasti lah. Meski hanya diiringi dua gitar (rytm dan melodi), tapi empat lagu yang dibawakan @munizi mampu menyejukan udara panas Jakarta, bagi mereka yang mendengarkannya.

Tapi dalam teknis keberangkatan, ada sedikit miss dan salah perhitungan masalah transportasi. Sehingga Yan (drumer) harus ketinggalan on air. Dia baru sampai di studio Bens Radio saat acara selesai. Sedih sih. Semua sedih. Yah bagaimanapun juga, Yan termasuk yang paling tua di @_munizi. Tapi ya gimana lagi. Jadikan saja ini sebagai pelajaran, bahwa kita tak boleh menyia-nyiakan hal-hal seremeh apa pun. Serta sesibuk apapun kita, harus tetap memperhitungkan waktu. hehe.

Nih foto-foto waktu di Bans Radio., ;-)

Ipul dan Dodoy saat on air di studio Bans Radio

Ipul dan Dodoy saat on air di studio Bans Radio

melepas lelah sehabis on air, errrrmmh gerah beeet

Melepas lelah sehabis on air, errrrmmh gerah beeet

Foto Dulu sebelum pulang. (Dari Kanan) Chris (manajer), Dodoy (Rytm), Walid (Bass), Sylmi (Backing Vocal), Yan (Drumer), Rhaden (Vokal)

Foto Dulu sebelum pulang. (Dari Kanan) Chris (manajer), Dodoy (Rytm), Walid (Bass), Sylmi (Backing Vocal), Yan (Drumer), Rhaden (Vokal)

Oya, sekedar info, insya Allah dalam waktu dekat nih @_munizi mau melaksanakan konser tour se-Jabotabek yang digelar salah-satu perusahaan rokok nasional. Selain itu, para musisi ini hendak menambah koleksi jam terbangnya dengan mengikuti festival di Jl. Fatmawati, 14 Maret 2009 mendatang. Mohon doa dan restunya, semoga semua jadi berjalan lancar dan diberkahi Tuhan YME. Amin. [@_munizi]

Older Posts »

Categories